Ticker

6/recent/ticker-posts

BERSYUKUR KARENA MASIH ADA IBU

 Assalamu’alaikum..

Masih ada yang ingat tanggal berapa peringatan hari ibu? Atau ada yang lupa? Yang penting jangan lupa namanya ya :D hehee.. Hari ibu diperingati pada tanggal 22 Desember. Wah, sebentar lagi dong? Yuk ingat lagi apa yang sudah kita lakukan untuk membuat ibu kita bahagia. Tak perlu banyak berpikir deh, paling simple yang biasa aku lakukan adalah “senyum”. Yah, itu paling simple banget, tak perlu menunggu hari ibu, tapi setiap kali kami bertemu kalau aku tersenyum, ibu jadi ikut bahagia juga dehh..

source by google


PERINGATAN HARI IBU

Perlu kalian ketahui, hari Ibu di negara Indonesia diperingati pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno dibawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara (sumber : Wikipedia). Baca juga Sejarah Hari Ibu di Indonesia.

Hari ibu sekarang biasanya dirayakan dengan lomba – lomba, saling bertukar hadiah, atau acara lain bersama dengan ibu. Hari ibu dirayakan untuk sekedar menyatakan rasa kasih sayang terhadap wanita atau ibu. Menurut ku sendiri, hari ibu itu sangat penting. Pengorbanan yang telah dilakukan ibu sejak kita kecil hingga kini sudah tak terhitung lagi. Sudahkah kita berterima kasih kepada ibu? Sudahkah kita bersyukur masih ada ibu di antara kita? Atau adakah yang tak mengenal sosok ibu kita sendiri?

source by pinterest


BUKAN IBU KANDUNG

Sedikit cerita tentang kisahku, aku besar bersama dengan ibu sambung. Sewaktu aku kecil, kurang lebih umur 3 tahun ibu yang melahirkanku tiada. Aku besar hanya dengan ayah karena aku anak satu - satunya. Sekitar umur 4 tahun ayahku menikah lagi sehingga aku dibesarkan bersama ibu kedua ku. Aku memanggilnya dengan mama, entah sejak kapan aku memanggil seperti itu. Aku bersyukur sekali karena ada mama di sisi ku. Mama mengisi kekosongan yang ada di keluargaku. Walaupun ia bukan ibu kandungku, tapi mama sayang sekali padaku. Saat aku masuk TK, mama yang menemaniku ke sekolah saat ayahku bekerja. Sebelum ada mama, tiap kali ayahku bekerja aku selalu di titipkan di tempat saudara. Bude, bulik, nenek dan saudara yang lain bergantian menjagaku.

Pernah di tanya tentang ibu kandung ku, aku jawab tak tahu. Karena jujur, sampai saat ini pun aku tak punya ingatan spesial tentang ibu ku. Aku tak tahu ibu kandungku orang seperti apa. Karena aku tak punya kenangan tentangnya. Ayahku juga tak pernah bercerita tentang ibu kandungku. Kadang aku mau bertanya, tapi kadang takut akan membuka kenangan pahit yang sudah berlalu. Makanya aku menahan diri untuk bertanya. Cerita tentang ibu kandungku biasa kudengar dari adik – adik dari ibuku (bulik ku). Aku sangat bersyukur punya keluarga besar yang dekat rumah dan sangat terbuka membantu kami. Mereka bagaikan keluarga kedua ku saat ibu ku tak ada.

Beberapa tahun setelah ayahku menikah lagi dengan mama. Alhamdulillah mereka dikaruniai seorang anak laki – laki. Tepatnya bulan Februari tahun 1998, adikku lahir. Aku sudah tak sendirian lagi, karena punya teman bermain. Walaupun mereka punya anak, tetapi perlakuan mama terhadapku tidak berubah. Mama tetap sayang sama aku. Pokoknya aku bersyukur sekali karena mereka membesarkan ku dengan baik. Mama tak membeda-bedakan aku dengan adik – adikku. Mama tetap menyayangiku walau aku bukan anak dari rahimnya. Aku sangat bersyukur orang tuaku sangat menyayangi kami semua.

Saat ini, aku mempunyai 3 orang adik. Setelah mama melahirkan adik pertamaku, beberapa tahun kemudian adik keduaku lahir. Suatu saat, mama ku mengidap penyakit kista. Karena ada kista di rahim, mama ku menghentikan KB. Setelah beberapa saat ternyata mama hamil anak ketiga. Alhamdulillah, kami bersyukur karena setelah melahirkan anak ketiga, kista di rahim mama juga ikut hilang. Semoga sehat selalu ya ma.. Aamiin..

Kadang, saat di luaran sana aku bercerita tentang diriku, banyak yang bertanya tentang kehidupan bersama ibu sambung. Banyak dari mereka berpikir seperti di sinetron – sinetron itu. Ibu Tiri yang jahat, Ibu Tiri yang tak adil, dan sebagainya. Bahkan, adik dari ibu kandungku juga menanyakan hal yang sama. Mereka masih mempertanyakan bagaimana aku dibesarkan. Sampai suatu hari aku mengirimkan undangan pernikahanku. Mereka tahu sendiri bahwa aku dibesarkan dengan baik. Dibesarkan dengan kasih sayang, dengan melihat sendiri resepsi pernikahanku yang bisa dibilang cukup besar (untuk kondisi keluarga menengah yaaaa :D). Dengan tau undangan yang dibilang juga tidak sedikit. Mereka tahu bahwa aku dibesarkan dengan baik.

Kenyataan yang sering aku lihat di berita TV, bukan tentang ibu Tiri yang jahat. Tetapi, banyak ibu yang melahirkan anaknya, dia membuangnya. Sering juga banyak calon ibu yang sudah hamil, tapi kandungannya digugurkan. Karena hamil di luar nikah atau dia tak mau punya anak. Entahlah apapun itu alasannya, mereka sangat tak bertanggung jawab. Mereka sudah membunuh calon bayi dan bayi yang sudah lahir. Itu membuatku speechless. Padahal banyak orang yang ingin punya anak tapi belum bisa dikaruniai anak. Kenapa mereka berbuat seperti itu. Pernah juga aku lihat di berita, ada ibu yang menyiksa anak kandungnya sendiri. Padahal dia masih balita, tapi sering dipukul, diikat, dikurung, dll. Ya Allah, hatiku menangis melihat itu. Kenapa mereka tega melakukan hal seperti itu.

source by google


ARTI BERSYUKUR DI HIDUPKU

Bersyukur. Kata ini tak akan cukup untuk menyampaikan rasa syukurku yang sangat besar terhadap situasi yang aku lalui sampai saat ini. Aku masih ingat saat aku hamil, sembilan bulan terasa sangat cepat berlalu. Dimulai dari rasa mual yang dirasakan di trimester pertama hingga rasa pegal – pegal saat menjelang lahiran. Sampai waktunya melahirkan pun aku sangat bersyukur di beri kelancaran. Sampai di RSKIA, ternyata aku sudah bukaan 8, jadi tak menunggu lama lagi aku langsung dibawa ke ruang bersalin dan tak menunggu lama anakku untuk lahir. Alhamdulillah, rasa sakit yang kurasakan tak seperti bayanganku sebelumnya. Sampai saat ini aku masih berusaha membesarkan anak pertamaku. Aku berharap bisa membesarkan anakku dengan baik seperti mama yang telah membesarkanku dengan baik. Sehingga kelak, dia bisa membesarkan anaknya dengan baik juga. Hehee,,

Jadi, sudah ada ide untuk hari ibu besok? Yuk kita sama – sama buat keluarga terutama ibu kita bahagia. Walaupun bukan ibu kandung tak masalah karena mereka juga yang membesarkan kita. Bersyukurlah kita yang masih punya ibu. Semoga ibu – ibu kita selalu diberi kesehatan dan selalu diberikan yang terbaik untuk mereka.. Aamiin..



Posting Komentar

0 Komentar