header fadmalalala

Tips Camping Keluarga Bersama 3 Anak! Seru Tanpa Harus Sempurna

Konten [Tampil]

Tips Camping Bersama Balita

Banyak orang berpikir camping bersama balita adalah ide yang melelahkan. Jujur saja, memang ada tantangannya. Namun, melihat anak-anak berlarian di alam terbuka, bermain tanah, mendengar suara jangkrik, hingga tertidur pulas setelah seharian beraktivitas, semua usaha itu terasa sepadan. Kami sering mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan camping keluarga bukan mencari liburan yang sempurna, melainkan menciptakan pengalaman yang berkesan bersama.

Persiapan Sebelum Berangkat

Ada beberapa persiapan yang bisa diperhatikan sebelum berangkat ke lokasi camping. Hal ini yang harus kita perhatikan, agar camping bisa berjalan dengan baik. Dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Cek Semua Barang Bawaan, Jangan Sampai Ada Yang Tertinggal

Sebaiknya buat ceklist barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal. Kelompokkan barang sesuai kebutuhan supaya mudah dicari. Seperti perlengkapan tidur, perlengkapan masak, dan perlengkapan tenda. Centang semua ceklist barang saat dimasukkan ke kendaraan. Sehingga barang tidak akan terlewat.

2. Jangan Lupa Makan

Hal yang sebaiknya tidak dilupakan adalah makan sebelum berangkat. Anak akan lebih nyaman dan tenang jika perut mereka kenyang. Tidak hanya anak, bahkan kami sebagai orang tua pun juga butuh makan sebelum berangkat camping.

Saat kenyang, kami bisa lebih fokus saat diperjalankan. Suami bisa fokus dengan menyetir, dan saya fokus dengan kebutuhan anak-anak. Jika perjalanan jauh, jangan lupa untuk berhenti istirahat, sholat, dan jika sudah masuk makan selanjutnya bisa makan lagi. Usahakan saat diperjalanan perut aman.

3. Siapkan Snack Untuk di Perjalanan

Persiapan sebelum berangkat camping, kami biasanya membagi lokasi penyimpanan snack. Yaitu snack khusus untuk diperjalanan dan snack saat dilokasi camping. Jadi barang yang dibutuhkan untuk camping tidak perlu semua diturunkan dari mobil. Sehingga bisa mengurangi bongkar muat barang camping nantinya.

4. Tata Kendaraan Senyaman Mungkin

Salah satu hal yang wajib dilakukan agar anak bisa nyaman di mobil adalah dengan menatanya senyaman mungkin. Karena kami ada 2 balita, jadi biasanya kami membuat tempat tidur di kursi penumpang. Dengan cara menumpuk barang dan menutupnya dengan selimut tebal untuk dijadikan seperti tempat tidur. Biasanya lokasi camping kurang lebih sekitar 2 jam, dan anak akan nyaman tidur di mobil.

Perlengkapan Wajib Camping Bersama Balita

Saat kita berencana untuk camping khususnya bersama balita, tentu butuh persiapan yang lebih matang. Jangan sampai anak menjadi tantrum, sedih, atau bahkan sakit saat camping. Untuk menghindari hal tersebut, maka kita perlu mempersiapkan perlengkapan wajib saat camping bersama anak balita.

1. Pakaian

Siapkan pakaian sesuai cuaca, lokasi camping, dan lama kegiatan camping tersebut. Jika masih ada balita, sebaiknya membawa pempers sekali pakai yang cukup. Kenapa sekali pakai? Agar memudahkan kita saat mengganti pakaian anak. Karena anak kami 3, jadi kami memilih untuk menggunakan pempers sekali pakai.

Untuk jumlah pakaian, bisa disesuaikan dengan berapa lama camping akan dilakukan. Karena kami masih memiliki 2 balita yang masih labil, kami memilih camping selama 2 hari 1 malam. Lokasi camping juga menjadi pertimbangan. Jika lokasi didekat sungai, biasanya kami membawa baju ganti lebih banyak. Karena anak pasti langsung ingin bermain air.

2. Perlengkapan Tidur

Perlengkapan tidur saat camping sebenarnya sederhana saja. Tinggal membawa alas atau matras, sleeping bag, atau selimut juga bisa. Tapi karena kami membawa mempunyai 2 balita dan 1 anak umur 8 tahun, tentunya ingin membuat mereka nyaman saat tidur.

Kami sendiri membawa kasur pompa yang ukurannya disesuaikan dengan ruangan didalam tenda. Kasur pompa memudahkan kami untuk membawanya karena ukurannya lebih simpel. Kami juga membawa selimut, jaket jika anak masih kedinginan. Dan tidak lupa kaos kaki untuk menjaga agar kaki tetap hangat.

3. Makanan dan Minuman

Minuman yang biasanya kami bawa adalah air putih yang dibawa dengan wadah plastik mika ukuran 10 Liter. Biasanya cukup untuk kami sekeluarga untuk memasak, membuat minuman hangat seperti coklat, kopi dan teh.

Untuk makanan, sebaiknya membawa makanan yang mudah untuk dimasak atau makanan siap saji. Alat masak yang kami bawa juga khusus untuk dibawa saat camping. Jika belum punya, bisa sewa dulu di persewaan alat camping.

4. Perlengkapan Kebersihan

Perlengkapan mandi merupakan salah satu perlengkapan kebersihan yang wajib dibawa. Seperti tisu basah maupun tisu kering untuk lap-lap anak yang biasa mudah kotor.

Selain perlengkapan mandi, kami juga membawa perlengkapan kebersihan untuk mencuci piring dan alat masak lain. Agar barang-barang yang akan dibawa pulang bisa dikemas dalam kondisi bersih.

5. Obat dan P3K

Obat-obatan pribadi juga wajib dibawa. Salah satu obat wajib saat membawa balita adalah obat penurun panas atau paracetamol. Obat luka luar jika terluka juga perlu untuk dibawa. Minyak telon dan anti nyamuk untuk anak, dan counterpain juga biasanya kami bawa. Agar malamnya bisa tidur dengan nyenyak dan pagi badan tidak pegal-pegal lagi.

6. Mainan Favorit

Saat camping, sebaiknya hindari membawa mainan terlalu banyak. Hanya mainan favorit saja yang perlu dibawa. Sebaliknya, ajak anak untuk bereksplorasi ke sekitar lokasi camping. Anak pasti akan senang dan mendapat pengalaman baru.

Tips Selama Camping Bersama Balita

Ada beberapa tips yang biasa kami lakukan saat beberapa kali camping bersama anak-anak. Apa saja itu

1. Kenalkan Area Camping Sejak Awal

Sebelum mulai camping, cari tahu dahulu area camping yang akan didatangi. Seperti lokasinya, ada apa saja disana, kids friendly atau tidak, hingga bagaimana kondisi air dan listrik disana. Saat membawa balita dan tidak ada bantuan orang lain untuk menjaganya, sebaiknya hindari lokasi yang ekstrim. Kami biasanya mencari lokasi kavling campervan. Agar mobil bisa diparkirkan di samping tenda.

2. Buat Aturan Sederhana

Setelah beberapa kali camping dengan berbagai lokasi, kami biasanya membuat aturan sederhana dengan anak. Saat kami mendirikan tenda, sang kakak bertugas menjaga adik-adiknya. Walaupun belum maksimal untuk menjaga, tapi kami cukup terbantu dengan bantuan sang kakak.

Kedua, kami membatasi jarak main anak. Saat kami sedang sibuk, anak-anak boleh lari-lari di sekitar tenda tapi dengan jarak aman. Dan selama kami camping bersama anak, kami menghindari penggunaan api unggun karena berbahaya untuk balita.

3. Ajak Bermain Dengan Alam

Saat santai, gunakan waktu dengan mengajak anak bermain dengan alam sekitar. Ada apa saja di sekitar lokasi camping? Pemandangan apa saja yang bisa dilihat? Apakah bisa terlihat gunung? Sawah? Bahkan lalat yang hinggap di tenda pun juga bisa membuat anak penasaran.

Momen Camping Balita

4. Perhatikan Kesehatan Anak

Kesehatan anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Perhatikan perubahan anak yang tiba-tiba beda dari biasanya. Itu merupakan tanda anak kurang nyaman dengan kondisi badannya. Khususnya untuk anak balita yang belum bisa berbicara. Kita harus bisa lebih memahami kondisi anak kita sendiri.

5. Jangan Lupa Mengabadikan Momen

Mengabadikan momen dan suasana camping merupakan suatu hal yang menyenangkan. Tapi ingat, hindari terlalu fokus mencari kesempurnaan untuk mengabadikan momen tersebut. Kadang saat anak sedang asik bermain, itupun juga sudah bisa menjadi foto candid yang bagus.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Saat camping keluarga bersama balita, sebaiknya hindari hal-hal yang mengganggu kenyamanan saat camping. Apa sajakah itu?

1. Terlalu Ambisius Memilih Lokasi

Memilih lokasi dengan ambisius sesuai dengan keinginan kita sebagai orang tua itu tidak salah. Tapi sebaiknya, pikirkan juga kondisi anggota keluarga yang lain. Termasuk dengan adanya balita didalamnya. Sebaiknya cari lokasi yang kids friendly dan nyaman secara cuaca, kebersihan area camping, dan fasilitas pendukung lainnya.

2. Datang Terlalu Sore

Sebaiknya hindari datang terlalu sore saat camping dengan membawa balita. Karena jika datang terlalu sore, waktu kita akan habis untuk mendirikan tenda saja. Belum lagi anak akan mudah lelah dan cepat rewel saat lapar. Jadi, perhatikan waktu perjalanan dan kecepatan kita saat mendirikan tenda tersebut.

3. Mengabaikan Perubahan Cuaca

Perhatikan cuaca lokasi camping yang akan kita datangi. Lebih bagus lagi jika kita melihat perkiraan cuaca sebelumnya. Lihat tanda-tanda alam yang bisa jadi berubah sewaktu-waktu. Jangan sampai kita terlalu semangat hingga lupa melihat perkiraan cuaca. Itu akan mempengaruhi mood anak.

4. Memiliki Ekspektasi Bahwa Semua Akan Berjalan Mulus

Kadang mendirikan tenda butuh waktu lama karena belum terbiasa. Bisa juga cuaca buruk dan angin kencang menerjang area camping. Hingga menyebabkan frame tenda menjadi patah. Ada ribuan lalat menerjang area camping karena saat itu sedang musim tanam di ladang penduduk.

Itu semua sudah pernah kami alami. Tapi, yang kami cari adalah kebersamaan, kekeluargaan, dan kerjasama yang bisa didapat dari pengalaman camping ini. Momen indah tidak hanya sekedar kesempurnaan di foto saja. Tapi hal yang paling indah didapat dari sebuah cerita kecil didalamnya.

Penutup

Camping bersama tiga anak, termasuk dua balita, memang membutuhkan persiapan yang lebih matang. Namun, bukan berarti tidak bisa dinikmati. Dengan memilih lokasi yang tepat, membawa perlengkapan yang sesuai, serta menyesuaikan ekspektasi, camping keluarga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi orang tua maupun anak-anak. Pada akhirnya, anak-anak mungkin tidak akan mengingat merek tenda yang digunakan atau menu makan malamnya. Yang mereka ingat adalah waktu yang dihabiskan bersama, tertawa di depan tenda, bermain di alam, dan merasa dekat dengan keluarga.

Fadmala A
Seorang ibu rumah tangga yang suka belajar dan mencari ilmu baru. Suka dengan tantangan dan sedang mencoba untuk konsisten untuk belajar.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar