header fadmalalala

Dear My Self: “Diary Kecilku”

Konten [Tampil]

Assalamu’alaikum..

Haloo perkenalkan namaku Fadmala Anggriana, biasa dipanggil dengan Mala. Sekarang aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 anggota keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang putri kecil yang berumur 2 tahun 11 bulan.

Tak terasa, sudah hampir 5 tahun aku menjalani awal kehidupanku yang sebenarnya bersama dengan keluarga kecilku. Dulu, sewaktu masih sekolah tuh aku lebih sering main – main. Sekarang kalau mau main harus dipikirin dulu semuanya. Perbedaan yang menurutku drastis sekali terutama setelah punya anak yaa.. Hehee,

Dear My Self: "Diary Kecilku"

Catatan Diary Kecilku

Dear Mala,,

Apa kabarmu hari ini?

Seperti biasa, kegiatan rumah tangga itu tak ada habisnya. Sering sekali kau merasa mengeluh karna terlalu banyak yang di kerjakan. Anak yang mulai sangat aktif membuat rumah tidak ada beresnya. Senang sekali jika ada pembantu yang mengurusi semua ini. Tapi apalah daya, ekonomi yang tak memungkinkan. Pengen juga sekali kali pergi untuk main walau itu hanya sehari. Tapi jujur, cuma pergi ke pasar sendiri saja selalu keingat anak lagi. Entah kenapa, bounding antaramu dengan anak sangat kuat. Tapi tiap kali ketemu selalu ingin “me time”. Ingin mencari waktu sendiri dan berkutik dengan kegiatan sendiri.

Rasa lelahmu yang selalu kau rasakan entah sampai kapan bisa kau tahan. Haaloo.. Wake up Mala.. Bangun lah.. Kau sudah bukan anak – anak lagi. Kau memutuskan tuk menikah dan mempunyai anak atas kemauanmu sendiri. Kau harus ingat lagi motivasi, tujuan, dan dasar apa yang harus kau jalani. Ingat lah bahwa setelah pernikahan itu adalah dunia baru yang harus kau jalani. Kau bisa! Kau Pasti Bisa! Kau pasti bisa melakukan yang terbaik!!!

Mungkin sering kali kau mengeluh, tak apa, tapi setelah itu kau harus bangkit lagi. Kau punya tanggung jawab yang harus kau jalani. Selain sebagai seorang istri, tapi juga sebagai seorang ibu dari anakmu. Ingat anakmu! Ia membutuhkan kasih sayang darimu. Butuh perhatian ekstramu. Mungkin di awal memang susah, tapi setelah itu kau akan terbiasa melakukannya. Ingat seperti apa orang tuamu dulu membesarkanmu. Tak ada rasa lelah yang terpancar dari raut wajahnya. Walau sebenarnya dia merasakan lelah yang sama dengan yang kau rasakan saat ini.

Kau sungguh luar biasa bisa melewati sampai saat ini. Kau sudah melewati 9 bulan mengandung, merasakan mual muntah dan rasa tak nyaman selama 9 bulan itu. Berat dan rasa pegal – pegal yang kau rasakan saat hamil tua hingga usahamu saat menahan rasa sakit saat melahirkan. Kau hebat sudah melalui semua itu.

Kini, kita sebagai orang tua masih harus terus belajar untuk anak – anak kita. Bagaimana cara kita menangani anak saat sedang tantrum, bagaimana cara kita mengajari anak tentang agama, cara bersosialisasi, dan sebagainya. Karena orang tua merupakan guru atau madrasah pertama bagi anak kita.

Ketika kau lelah, istirahatlah. Ketika kau jenuh, keluarlah dari titik jenuh itu. Berwisata atau hanya jalan – jalan pun bisa menjadi obat untuk kejenuhanmu. Lalu, kembalilah ke rutinitasmu. Lakukan lagi jika kau lelah. Kita cari solusi bersama – sama untuk mengatasi rasa lelahmu. Kau tak sendirian, ada keluarga di balik semua jerih payah yang kau lalui selama ini.

Semangat terus yukk!! 

Semangat menjadi ibu yang lebih dan lebih baik lagi untuk anak –anak kita!


Pesan Untuk Para Ibu Yang Lelah

Teruntuk para ibu yang lelah..

Tenang.. Lelah tak selalu tanda tak lillah. Sebab kelelahan itu manusiawi. Wajar. Normal. Ibu boleh merasa lelah, asal tidak menyerah.

Ibu bisa melipir sebentar lalu menangis, karena menangis serupa membuka keran yang akan membuka aliran sumbatanemosi negative keluar dari dalam diri. Menangis ini bukan hanya mudah, tapi juga murah. Ibu suka kan dengan yang murah? Hehee,,

Peran kita sebagai ibu tak akan lama. Paling lama.. hanya sampai kita tutup usia. Bahkan dalam Islam, masa membersamai dan mendidik anak yang paling menyita fokus sebetulnya hanya 15 tahun saja, yaitu sebelum mereka masuk ke usia mandirinya.

Dan dalam 15 tahun itu, pondasi krusialnya ada di 7 tahun pertama. Kelak, sungguh tak akan terasa. Saat lelah, ingatlah.. anak – anak kita tak butuh ibu sempurna. Mereka sesungguhnya, butuh ibu yang bahagia. Ya, mereka akan bahagia saat ibunya bahagia.

Sebab dalam tubuhnya, mengalir air susu kita. Dan selamanya.. itu akan membuat batin mereka selalu terkoneksi dengan kita, emosi mereka terhubung dengan emosi kita.

Peluk erat dari seorang ibu untuk para ibu yang lelah.

Malam ini, segera beristirahatlah..

(Anonim)

Related Posts

1 komentar

  1. semangat kak! jadi ibu memang lelahnya tiada akhir, jenuh kadang sering datang sampai pengen kabur rasanya. tapi insyallah ya peran ini berhadiah surga ( kalau ikhlas dan sabar, hehehe). berbagi cerita lewat blog bisa jadi self healing kalau cape dan jenuh. secara gitu masih pandemi, gak bisa me time jalan-jalan, hehehe

    peluk virtual!!!

    BalasHapus

Posting Komentar