header fadmalalala

REVIEW KAJIAN UMMIDA “Membangun Komunikasi Suami Istri: Komunikasi Kunci Sukses Keluarga”

Konten [Tampil]

Assalamu’alaikum..

Kali ini aku akan share tentang kajian ummida di Jogokariyan bersama pembiara Dwi Churnia Handayani, S.Sos tentang cara membangun suami istri di dalam keluarga. Kunci sukses dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis adalah dengan adanya komunikasi antara suami dan istri.

Review Ummida

DEFINISI KELUARGA

Keluarga adalah lembaga social terkecil dalam masyarakat yang berpengaruh terhadap kualitas masyarakat dan negara. Keluarga merupakan unsur terpenting dalam membangun peradaban. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap kualitas masyarakat dan negara.

PENYEBAB PERCERAIAN

Penyebab perceraian antara lain masalah ekonomi, perselingkuhan, komunikasi, campur tangan orang lain, perbedaan visi misi, KDRT dan sebagainya. Namun penyebab terbesar dalam perceraian adalah ketidakmampuan suami istri dalam berkomunikasi.

John DeFrain merupakan Professor Emeritus of Family Studies dari University of Nebraska-Lincoln, menggeluti studi keluarga selama puluhan tahun dan di berbagai negara. Menurut John DeFrain, yang paling pokok dalam sebuah keluarga adalah suami istri bisa menjadi teman dan sahabat. Dalam persahabatan, kadang ada pertengkaran juga didalamnya. Namun mereka mempunyai mekanisme sendiri dalam menyelesaikan masalah. Proses menjadi sahabat bukanlah proses yang instan, karena suami atau istri tentu berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda,pemahaman yang berbeda dan sebagainya. Jadi membutuhkan proses untuk saling dekat satu sama lain.

 

🌸 Karakter Keluarga Tangguh menurut prof. John DeFrain :

  1. Ada apresiasi dan respek dalam keluarga satu sama lain.
  2. Anggota keluarga mempunyai komitmen terhadap keluarga.
  3. Komunikasi positif dalam keluarga.
  4. Menikmati waktu bersama (family time berkualitas). Seluruh anggota keluarga beraktivitas bersama dan saling berkomunikasi.
  5. Mempunyai kondisi spiritual yang baik.
  6. Mampu melewati krisis yang terjadi dengan baik.

 

🌼 Beberapa  masalah yang muncul jika komunikasi dalam keluarga tidak lancar :

  1. Merasa bosan dengan pasangan. Suami istri hendaknya bisa berkomunikasi dengan baik dan menyukai apa yang disukai oleh pasangannya.
  2. Saling berprasangka buruk satu sama lain.
  3. Berpengaruh pada hubungan seksual.
  4. Yang terparah adalah kehancuran rumah tangga.

 

CARA MEMBANGUN KOMUNIKASI SUAMI ISTRI

1. Lakukan komunikasi dengan cinta.

  • Cinta adalah landasan.
  • Cinta bukan benda mati/statis. Cinta perlu dipupuk, ditumbuhkan dan dikembangkan.
  • Komunikasi lebih menyenangkan dengan cinta.
  • Bahasa cinta masing-masing orang berbeda, maka kenali bahasa cinta pasangan.
  • Berbahasa dengan bahasa cinta suami.
  • Memahami suami agar merasa dicintai.
  • Saling timbal balik dengan pasangan.

2. Fahami ragam komunikasi.

Komunikasi bukan hanya verbal, tapi juga non verbal. Komunikasi adalah menyampaikan pesan secara tepat dengan berbagai cara. Masing-masing orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Maka kenali bahasa cinta pasangan dan berkomunikasi dengan bahas cinta tersebut, bukan dengan bahasa cinta kita.

3. Miliki sikap empati.

Empati adalah memposisikan diri pada situasi, perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan. Jangan memaksa pasangan untuk berpikiran dan merasakan seperti situasi dan perasaan kita.

4. Berkomunikasi dengan fleksibel.

Fleksibel dalam gaya berkomunikasi. Kadang serius, santai, lucu dan sebagainya. Bukan hanya topik pembicaraan yang penting, tetapi prosesnya juga penting. Apabila dalam situasi nyaman, maka laki-laki akan lebih mudah untuk bercerita.

5. Bersedia menjadi pendengar yang baik.

Kelemahan perempuan yaitu banyak bicara tapi kurang bisa jadi pendengar yang baik. Sebaliknya, suami biasanya tidak banyak bicara dan bisa menjadi pendengar ygang baik. Laki-laki akan bercerita saat ada situasi yang memungkinkan untuk bercerita. Jangan menguasai pembicaraan dan tidak mau mendengar. Pendengar yang baik adalah kunci dari kokohnya suami istri sebagai teman baik. Ada kelegaan dalam keluarga dan sebaik-baik tempat kembali adalah keluarga.

6. Jangan menyakiti hati pasangan.

Komunikasi yang membahagiakan adalah ketika kita mampu menjauhi kalimat dan gaya bahasa yang menyakitkan, cacian, umpatan, celaan, arogan dan sebagainya. Hal-hal negatif dalam komunikasi akan saling menjauhkan satu sama lain.

7. Memilih waktu dan suasana yang tepat.

Komunikasi akan lebih nyaman jika dilakukan dalam waktu yang tepat, seperti saat makan bersama, saat bermain bersama, saat mau tidur dan sebagainya. Jangan dilakukan saat suami baru pulang kerja, saat suami capek, saat lapar, dll.

8. Tegaskan pada pasangan bahwa kita mencintainya.

Berikan pesan cinta yang kuat untuk pasangan. Apapun yang terjadi, pesan kuat bahwa kita mencintai dan menyayangi passangan kita akan lebih baik untuk semuanya. Persoalan ekonomi maupun cobaan yang lain, akan lebih mudah teratasi ketika masing-masing tetap merasakan kekokohan cinta satu sama lain. Masing-masing keluarga memiliki bahasa cinta yang berbeda.

 

📝 Hadits Rasulullah saw

💙 Untuk suami :

"Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku."  [Hadits Riwayat Tirmidzi]

Untuk istri :

 "Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Alloh telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka yaitu para istri."

[HR Tirmidzi dan Abu Dawud]

 

Wallahu a'lam...

Related Posts

Posting Komentar