header fadmalalala

Perlukah Membela Masjidil Aqsa? : Pengenalan Baitul Maqdis

Konten [Tampil]
Mengenal Masjidil Aqsa

Alhamdulillah tepat pada hari Sabtu, 11 September 2021 kemarin saya berkesempatan mengikuti kelas pengenalan Baitul Maqdis yang diselenggarakan melalui kerjasama oleh berbagai pihak. Seperti Majelis Maimunah, Institute Al-Aqsa, Sahabat Al-Aqsa, serta beberapa majelis taklim lainnya yang bergabung untuk ikut belajar mengenai tempat bersejarah ini.

Ummida Masjid Jogokariyan merupakan salah satu diantara sekian banyak majlis taklim yang bergabung disini. Pada pertemuan pertama kemarin, sekitar 420 orang lebih yang bergabung di kelas melalui zoom. Pengenalan kelas langsung diperkenalkan sedikit cerita tentang Baitul Baqdis oleh bunda Santi dan Dzikrullah atau biasa dipanggil dengan Ode.

Serasa melayang terbang kesana, membayangkan bagaimana kehidupan sehari-hari yang selalu dipenuhi dengan kewaspadaan. Berlalu lalang pesawat tempur dan tentara ada dimana-mana. Hati terasa sesak dan terisak pedih jika melihat berita dan video yang dikirimkan langsung dari sana. 

Pengenalan Baitul Maqdis & Masjidil Aqsa

Kenapa kita harus mengenal negara ini? Kenapa kita perlu mempelajari Baitul Maqdis? Bahkan negara kita sendiri saja belum bisa kita jaga. Kenapa harus ikut menjaga negara lain? Apakah pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul dipikiranmu? Atau banyak yang bertanya seperti itu di lingkunganmu?

Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti inilah merupakan salah satu alasan kita perlu untuk mempelajari Baitul Maqdis. Dengan bertanya, kita menjadi penasaran untuk mencari tahu jawabannya. Bahkan saya sendiri merasakan pengalaman itu dan sempat berfikir, “Oh iya! Kenapa ya kita mempelajari negara itu?”

Menurutmu dimanakah Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa? Yang mana sih lokasi tepatnya Masjidil Aqsa ini? Apakah bangunan berkubah emas? Abu-abu? Atau yang lainnya? Nah, ada yang sudah bisa menebak dan menjawabnya? Baitul Maqdis ini berada di Jerussalem, tepatnya di antara Palestina dan Israel. Dan Masjidil Aqsa ini merupakan tempat yang sangat mulia bagi umat Muslim.

Peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW berkisah di Masjidil Aqsa. Perjalanan jauh yang hanya dilalui semalam saja. Perjalanan menuju ke Sidratul Muntaha yang sebelumnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan saat inilah perintah untuk sholat diturunkan.

Tidak seperti masjid di Indonesia, tempat yang dinamakan Masjidil Aqsa itu adalah seluruh kompleks seluas 14,4 hektar yang berada di garis merah. Bangunan kubah emas, abu-abu, dawn of the rock dan seluruh isinya di dalam kompleks seluas 14 hektar tersebut adalah Masjidil Aqsa. Dan semua tempat di dalam Masjidil Aqsa ini bersejarah dan harus kita jaga.

Kenapa Kita Perlu Membela, Menjaga dan Membebaskan Masjidil Aqsa?

Di kelas pengenalan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa ini, kami diberi materi yang mendalam. Dijelaskan lokasi Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa, sejarahnya, dan materi lainnya. Kelas pengenalan ini berlangsung sebanyak 8 kali pertemuan dan dilakukan pada hari Sabtu jam 13.00 WIB.

Dalam kelas ini, kami diberi tahu bahwa kita mempelajari Bumi syam ini merupakan salah satu tahap membela Bumi Syam. Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan.

  1. Tahap mengajarkan ilmu
  2. Tahap politik yang diajarkan Rasulullah SAW.
  3. Tahap Jihad Fii Sabilillah

Nah, sekarang kita ada di tahap mana? Kita ada di tahap ke 2, yaitu tahap politik. Dalam agama, banyak yang beranggapan bahwa politik dan agama itu jangan dijadikan satu. Tapi, politik seperti apa yang dimaksud? Saat berada di medan perang Palestina maupun negara yang sedang dijajah, semuanya tak luput dengan adanya politik.

Kalau kita bicara tentang politik pasti tak akan selesai. Nah, kita kembali ke alasan kenapa kita harus membela Bumi Syam, Masjidil Aqsa, atau Baitul Maqdis ini yaa..

Tertulis di dalam Al-Qur’an

Seperti yang tertera dalam Al-Qur’an surah Al Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Sudah tertulis jelas di dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 1-5 tentang keistimewaan Masjidil Aqsa. Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Sidratul Muntaha, Allah SWT bisa saja mengantarkan Rasulullah langsung ke langit ketujuh tanpa berhenti atau singgah di Masjidil Aqsa. Tetapi, karena keistimewaan dari Masjidil Aqsa inilah Allah SWT memberhentikan Rasulullah ke tempat ini.

Bagian dari Aqidah dan tidak bisa dipisahkan dari ibadah kita

Peristiwa Isra' Mi'Raj

Proses perintah sholat dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini diperoleh dari perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sholat yang kita lakukan setiap hari, setiap waktu, dan setiap saat inilah yang diperintahkan oleh Allah SAW.

Penting dan tidak bisa dipisahkan dari ibadah kita, misalnya adalah saat membangun toilet atau membuang hajad, tidak diperbolehkan menghadap kearah kiblat. Kegiatan tersebut tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Saat kita memasuki masjid, kita diperintahkan untuk menggunakan pakaian terbaik kita, memakai wewangian, dan menjaga agar masjid tetap dalam keadaan bersih.

Begitu juga dengan Masjidil Aqsa. Ibarat saat rumah kita tiba-tiba didatangi segerombolan orang asing dan menyuruh kita keluar rumah, apa yang akan kita lakukan? Nah, begitulah perasaan orang-orang disana saat melindungi Masjidil Aqsa begitupun dengan Palestina.

Merupakan Pusat Berkah dari sebelum Zaman Rasulullah SAW.

Allah SWT mengaruniahi tanah yang suburdi Masjidil Aqsa. Semua bahan pertanian, makanan pokok dan sebagainya telah dijamin keberkahannya. Masjidil Aqsa juga merupakan simbol dan pusat peradaban robbaniyah dan nabawiyah yang didalamnya tidak boleh ada satupun kedholliman dan kemusyrikan.

Sunah Nabawiyah yang berarti menghidupkan sunnah Rasulullah dan melakukan hal yang dilakukan Rasulullah SAW. Dan sejak zaman dahulu saat masih dikuasi oleh Romawi dan sekarang saat dimasuki oleh orang kafir, umat muslim terus berusaha melanjutkan dan melindungi Masjidil Aqsa.

Cermin Keadaan Ummat

Masjidil Aqsa dikatakan oleh Imam Ibnu Abdil Barr sebagai Mizanul Ummah yang merupakan neraca umat. Maksudnya bagaimana? Masjidil Aqsa itu memperlihatkan bagaimana keadaan umat. Jika Masjidil Aqsa mempunyai pemimpin yang adil, seorang muslim yang baik, sholeh, taat kepada Allah SWT, maka umat akan berada dalam keadaan baik dan mulia.

Sebaliknya, jika Masjidil Aqsa berada dalam keadaan terjajah, diperlakukan dengan dholim, dilecehkan dengan hina, maka umat akan berada dalam keadaan yang hina. Maka dari itulah kita harus tetap membela, menjaga Baitul Maqdis. Inilah perjuangan yang harus kita teruskan sejak zaman Nabi hingga Baitul Maqdis bebas dan merdeka.

Keadaan Masjidil Aqsa

Pembebasan Masjidil Aqsa

Semua tempat di Masjidil Aqsa itu suci dan bersejarah. Di dalamnya terdapat banyak tempat untuk menyampaikan ilmu. Seperti pesantren, madrasah, dan lain sebagainya. Banyak Nabi yang diutus Allah SWT untuk membebaskan Masjidil Aqsa.

Memerangi Palestina hingga merdeka, karena Allah SWT telah memberikan janji kemerdekaanNya. Seperti yang ada di dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 20 – 26.

وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢبِيَاۤءَ وَجَعَلَكُمْ مُّلُوْكًاۙ وَّاٰتٰىكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka, dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.”[20]

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

"Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi."[21]

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَاۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ

Mereka berkata, “Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk.”[22]

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوْا عَلَيْهِمُ الْبَابَۚ فَاِذَا دَخَلْتُمُوْهُ فَاِنَّكُمْ غٰلِبُوْنَ ەۙ وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”[23]

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ

Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”[24]

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.”[25]

قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۚيَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

(Allah) berfirman, “(Jika demikian), maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah eng-kau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”[26]


Seperti yang diceritakan dalam surat diatas, bahwa umat Nabi Musa AS menolak untuk memasuki negeri Palestine, padahal jelas itu adalah perintah Allah SWT. Dengan materi pertama dari Kelas Pengenalan Baitul Maqdis ini, bagaimana menurutmu? Tentu saja, materi ini masih sangat jauh ilmunya. Karena masih dalam pertemuan ke tiga di kelas ini.

Semoga besok bisa menulis lagi untuk ilmu lain di kelas selanjutnya. Terima kasih sudah ikut mengenal Masjidil Aqsa, Baitul Maqdis, dan Bumi Syam ini.





Related Posts

30 komentar

  1. Jujur saya sedih lihat tulisan ini. Hati muslim mana yg tidak tercabik melihat Masjid bersejarah terinjak2 oleh Israel

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita disni hanya bisa berdoa dan membantu semampunya :'(

      Hapus
  2. Masyaallah tulisannya super lengkap nih. Aku jadi banyak belajar. Di nanti tulisan berikutnya.

    BalasHapus
  3. Banyak pengetahuan baru nih yg sy dpt. Makasih sharing-nya mbak

    BalasHapus
  4. Makasih sharingnya mbak lengkap banget jadi makin paham mengenai masjid Al Aqsa dan alasannya mengapa perlu di bela, dijaga dan dibebaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu mengenalnya agar mencintainya.. ciee.. hehee

      Hapus
  5. <3 lovee, suka sama tulisannya mba :)
    Udah lama aku ngga baca yang menyegarkan jiwa. Selalu suka kalau bahas soal baitul maqdis aku sampe follow akun2 palestina untuk denger kabar saudara2 kita di sanaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitupun aku mba :'( terima kasih sudah mampir :D

      Hapus
  6. Yang sempat diperdebatkan ya mba mengenai yg mana yg disebut masjidil aqso. Nyatanya smuanya harus kita jaga. Sempat sedih bgt pas penyerangan yg tragis. Bahkan sampai skg ya? Semoga Allah melindungi saudara kita di sna aamiin :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum seminggu ini, tepatnya kurang lebih tgl 22/23 september kemarin Masjidil Aqsa dimasuki 1000 orang komunis untuk merayakan hari Tahta. Mereka melakukan ritual di Masjidil Aqsa :'( warga muslim hanya bisa melihat, sempat terjadi perlawanan tapi tetap tak berkutik melawannya :'(

      Hapus
    2. ya allah :(( sedih banget denger ini. apa sengaja mereka melakukan itu hiks

      Hapus
    3. Kenapa yang ini nggak diliput media ya mbak? Kenapa yang diliput media pas kmrn2 happy aja. Padahal skg down lagi. Ckckck. Emang bener, ternyata hanya sesama muslim aja yg bs diandalkan utk trs mendoakan dan membantu mereka :'(

      Hapus
  7. Kalau liat berita tentang Masjidil Aqsa sedih banget. Apalagi sebagian besar udah dikuasai yang lain ya

    BalasHapus
  8. Antara marah dan sedih jika melihat dan menbaca cerita tentang Masjidil Aqsa. Hanya bisa bantu doa dari jauh

    BalasHapus
  9. mbak aku tercerahkan membaca tulisanmu, dan sekaligus iri duh deket sama orang2 di jogokariyan masya allah adalah berkah ya mbak, ada kelas seperti ini membuat kita jadi banyak refrensi dari sumber yg bisa kita percaya ( minimal dari yang nyampaikan )

    BalasHapus
  10. duh jleb banget ya. ternyata jika masjidil aqsa dijajah berarti semua negara islam sebenarnya sedang dijajah. terima kasih ilmunya mbak

    BalasHapus
  11. Terimakasih banyak mbak, saya dapat banyak informasi dari tulisan ini. Sedih banget Ya Allah, pengen berbuat sesuatu tapi nggak banyak yang bisa saya perbuat, hanya bisa berdoa.

    BalasHapus
  12. sekalinya seorang muslim terluka, yang lain juga berarti merasakannya ya, ini juga tentu seharusnya berlaku sebaliknya, makanya ada zakat maupun qurban. Seperti kisah tentang baitul maqdis ini, semoga bsa menjaganya ya

    BalasHapus
  13. Masya Allah, ngebayanginnya aja udh pilu ya :( semoga kita bisa ikut menjaganya meski cuma lewat doa

    BalasHapus
  14. Saya setuju bahwa baitul maqdis dan masjidil aqsha itu tdk bisa dipisahkan dari umat Islam...
    Tapi sayang dengan melihat kondisi sekarang di palestina,, rasanya sedih dan kita hanya bisa berdoa saja

    BalasHapus
  15. Setelah membaca tulisan ini, aku jadi semakin kenal Dengan al-aqso. Makasih mba.. Semoga bisa segera merdeka..

    BalasHapus
  16. terima kasih sharingnya Mbak. Jadi lebih memahami lagi. Penjuangan ini masih panjang

    BalasHapus
  17. semakin tercerahkan mengapa harus mempelajari Masjid Al Aqsa ini. thanks sudah berbagi mbak Fadma !

    BalasHapus
  18. Duh, enak banget mb bisa ikutan majelis taklim seperti ini. Apalagi bareng masjid jogokarian. Ceritanya bikin serasa ikut kegiatan ini.

    BalasHapus
  19. Masya Allah mbaak...
    Merinding bacanya..
    Salah satu tempat yang ingin kami kunjungi...
    Semoga Allah perkenankan..

    BalasHapus
  20. Alhamdulillah. Jadi makin kenal dengan masjid Al-Aqsa. Makasih Mbak

    BalasHapus
  21. MasyaAllah makasih mba Fadma selalu mengingatkan hal ini, perjuangan Islam yang harus diketahui.

    BalasHapus
  22. wah makasig mbak ilmu nya, banyak yang membela karena memang sepatutnya sebagai org islam, tapi masih banyak juga yang belum pada tahu asal muasalnya, nice sharing

    BalasHapus

Posting Komentar