header fadmalalala

Yuk! Kenali Cara Menyimpan Daging Kurban dengan Benar Agar Awet

Konten [Tampil]
cara-menyimpan-daging-hewan-qurban
Siapa yang kemarin ikut merayakan Hari Raya Idul Adha? Siapa yang tidak merindukan hari besar umat Islam ini? Setiap hari Raya Idul Adha, di sarankan kita berkurban untuk memberikan sebagian daging kurban kepada orang yang kurang mampu.

Hari raya Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan pada tanggal 20 Juli 2021. Pada hari raya, umat Islam melaksanakan sholat Ied dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Setiap hewan kurban yang disembelih, sebagian dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar atau orang yang membutuhkan.

Sebagian besar orang akan mendapatkan jatah daging dari hewan kurban tersebut. Daging yang di dapat setelah penyembelihan hewan kurban, harus segera diolah atau disimpan dengan cara yang tepat. Agar kualitas dari daging kurban tersebut tetap terjaga dan tidak tumbuh bakteri di dalamnya.

Daging adalah salah satu sumber protein hewani yang punya nilai gizi yang tinggi. Jika kita salah dalam penyimpanan dan pengolahan daging, maka kualitas daging akan turun atau bahkan bisa rusak.

 

Jenis Hewan Kurban

Dalam umat Islam, hewan yang bisa disembelih untuk dijadikan kurban ada 4 jenis. Yaitu Unta, Sapi atau kerbau, Kambing, dan domba. Tetapi di Indonesia sendiri, tidak semua jenis hewan kurban ada. Hanya ada 3 jenis hewan kurban yang ada di Indonesia selain unta yang bisa dijadikan untuk kurban.

Syarat dalam memilih hewan kurban juga perlu dipertimbangkan. Seperti kondisi fisik dari hewan kurban itu sendiri. Seperti cacat mata atau buta, sakit dan terjangkit penyakit, hewan yang kakinya pincang, dan hewan yang kurus.

Usia hewan kurban juga diperlukan untuk menjadi syarat agar ibadah kurban sah. Usia hewan kurban unta 5 tahun, sapi 2 tahun atau sekitar 22 bulan, kambing 1 tahun atau 12 – 18 bulan, dan domba 6 bulan. Sebaiknya saat membeli hewan kurban, kita menanyakan umur hewan kurban tersebut.

 

Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban dengan Benar

Untuk menjaga kualitas gizi di dalam daging hewan kurban, kita harus mengolah daging dan menyimpan daging hewan kurban dengan cara yang benar dan tepat. Karena daging yang tidak disimpan dengan benar menyebabkan tumbuhnya bakteri. Bagaimana cara menyimpan daging hewan kurban dengan benar?

Jaga Kebersihan Daging

Jangan memegang daging saat tangan kita kotor. Tangan yang kotor banyak mengandung kuman. Kuman yang ada di tangan akan menempel di daging dan menyebabkan bakteri tumbuh di daging. Jika kita akan memegang daging, sebaiknya cuci tangan dahulu hingga bersih.

Daging hewan kurban juga tidak boleh diletakkan di sembarangan tempat. Agar tidak kotor, sebaiknya diberi alas meletakkan daging. Dan jika ingin bersih, sebaiknya kita memalingkan wajah agar bakteri tidak menempel di daging.

Sebaiknya disaat kita mendapatkan daging, segera dilihat kondisi daging tersebut. Jika kita mendapatkan daging yang kotor, sebaiknya segera dicuci hingga bersih dan segera dimasak. Agar bakteri tidak berkembang di daging. Tapi, mungkin itu sebagian kecil saja, karena panitia kurban pasti akan memberikan daging dengan kondisi yang terbaik.

Daging Jangan Dicuci

Cara menyimpan daging kurban dengan benar adalah dengan menyimpannya tanpa dicuci terlebih dahulu. Karena daging yang sudah dicuci, maka bakteri akan masuk dan berkembang biak dengan cepat. Sehingga daging menjadi tidak fresh dan kualitas serta gizinya menurun. Jika terdapat daging yang sudah terkena air, sebaiknya segera dimasak dan dikonsumsi.

Daging segar yang akan dikonsumsi, diharuskan untuk dicuci dahulu. Agar kotoran yang menempel di daging hilang. Dan daging yang dimasak tetap segar dan bebas dari kotoran.

Simpan dalam Ukuran Kecil

Daging kurban yang dibagikan ke warga pasti berukuran besar karena hanya di potong sesuai berat dari timbangan yang diwajibkan. Setelah menerima daging, sebaiknya kita pilih terlebih dahulu sesuai jenis daging yang diterima.

Pisahkan antara daging sapi atau daging kambing. Jika shohibul kurban, biasanya hanya satu daging hewan yang kita kurbankan saja yang akan diterima. Tetapi untuk masyarakat selain shohibul, kemungkinan besar daging akan tercampur. Jadi, pisahkan antara daging kambing dan daging sapi.

Sebelum daging dimasukkan di wadah, sebaiknya daging disimpan dalam ukuran kecil. Sebaiknya pisahkan daging sesuai porsi masakan yang akan kita masak. Jadi memudahkan kita saat mengeluarkan daging yang kita perlukan. Dan daging yang belum kita olah tetap terjaga kualitasnya saat disimpan.

penyimpanan-daging

Masukkan Daging di Wadah Tertutup

Sebelum menyimpan daging, kita harus mencari tempat yang pas untuk wadah penyimpanan daging kurban. Sebaiknya wadah yang digunakan tertutup dan tidak ada udara yang masuk ke wadah tersebut.

Plastik adalah salah satu media penyimpanan daging kurban yang paling mudah ditemukan. Plastik yang digunakan sebaiknya plastik bening yaa, karena plastik bening lebih bersih. Dengan menggunakan plastik, daging yang kita simpan akan awet dan tidak ada udara yang menjadikan bakteri berkembang di daging.

Mencairkan Daging

Tips terakhir adalah bagaimana cara kita dalam mencairkan daging beku yang kita simpan di dalam freezer. Menurut ahli diet sekaligus koki yaitu Julie Harrington, RD., ada beberapa cara untuk mencairkan daging dengan aman. Jangan tinggalkan daging beku langsung di ruangan terbuka agar mencair sendiri. Karena kemungkinan besar bakteri masih ada dan mulai berkembang biak di daging.

Daging beku juga tidak boleh dicairkan menggunakan air panas. Karena air panas hanya akan mencairkan lapisan daging yang paling luar. Sedangkan lapisan dalam pada daging masih beku. Dan ini sangat berbahaya, karena daging lapisan luar yang terkena suhu panas dapat mencapai zona bahaya suhu dan sangat beresiko terhadap bakteri dan racun.

Langkah aman yang bisa kita lakukan untuk mencairkan daging beku dengan cara mengeluarkan daging dari freezer dan menaruhnya di rak paling bawah di dalam lemari es. Dengan catatan jauhkan daging dengan bahan makanan lain agar tetesan air tidak mengenai bahan makanan yang lain.

Cara yang kedua adalah memasukkan daging beku di dalam air dingin. Cara ini mungkin lebih cepat dibandingkan cara sebelumnya. Masukkan daging beku beserta plastiknya di dalam wadah dengan air kran. Jangan buka plastiknya sebelum daging benar-benar mencair. Ganti air setiap 30 menit sekali. Lakukan berulang hingga daging beku sepenuhnya mencair.

Setelah daging mencair, kita harus segera memasaknya yaa.. Semoga informasi Cara Mengolah Daging Kurban dengan Benar Agar Awet ini dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Related Posts

Posting Komentar