Ticker

6/recent/ticker-posts

Review Sharing Time “Peran Keluarga Sebagai Support Sistem Penyintas Kekerasan Seksual”

 Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah tanggal 11 Januari 2020 kemarin aku ikut sharing time yang di adakan oleh ICC (Indonesian Content Creator) bersama Mubadalah.id. Sharing time semalam dengan tema “Peran Keluarga Sebagai Sistem Penyintas Kekerasan Seksual” oleh kak Muyassaroh Hafidzoh. Beliau merupakan seorang penulis novel “Hilda” dan “Cinta Dalam Mimpi”.

Kita, khususnya aku sendiri merasa mata kita jadi terbuka lebar. Apakah ada di sekitar kita? Apakah ada yang sedang mengalami kekerasan seksual? Apakah ada korban yang kita tidak tau sebenarnya dia adalah korban dan sedang mencari pertolongan?

my gallery



PEMERKOSAAN VS ZINA

Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan tindakan hubungan seksual dalam bentuk apapun secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. [sumber wikipedia]

Sedangkan Zina adalah perbuatan persetubuhan antara laki – laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan atau perkawinan. Zina bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tetapi segala aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan zina. [sumber wikipedia]

Kita harus bisa membedakan antara perkosaan dengan perbuatan zina. Jika terjadi kekerasan di sekitar kita, segera lapor ke LBH terdekat yang ada di sekitar. Bukti terpenting dari korban perlakuan kekerasan seksual adalah korban itu sendiri.


BENTUK KETIDAKADILAN PEREMPUAN

MARGINALISASI adalah Proses atau perlakuan peminggiran seseorang khususnya karena perbedaan jenis kelamin masih terjadi. Seorang perempuan masih di sepelekan karena hal perbedaan jenis kelamin.

SUBORDINASI adalah bahwa Seseorang berhak meraih kesempatan yang sama dalam politik, ekonomi, sosial, pendidikan, jabatan dan karier. Memprioritaskan penyerahan jabatan kepada seorang laki-laki daripada perempuan yang juga memiliki kapabilitas yang sama adalah salah satu contoh ketidakadilan.

KEKERASAN contohnya adalah Seseorang yang diperlakukan kasar bukan dianggap sebagai subjek, tetapi objek yang wajar dijadikan pelampiasan. Telah banyak kasus yang tercatat bahwa perempuan sering dijadikan objek kekerasan oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

STEREOTYPE / PELABELAN NEGATIVE, misalnya adalah saat perempuan harus bekerja pada ranah domestik, sedangkan laki-laki pada sektor publik. Anak laki-laki yang mudah menangis dianggap sebagai laki-laki yang lemah atau cengeng, bukannya dianggap sebagai ungkapan emosi yang wajar.

BEBAN GANDA YANG DIPAKSAKAN, Biasanya sering terjadi dalam ranah rumah tangga, perempuan yang berkarier di luar harus mengurus urusan domestik juga tanpa bantuan siapapun. Pembagian kerja tanpa kesepakatan seperti ini masih sering dialamatkan kepada perempuan sebagai korbannya. Tidak ada pembagian peran antara istri dengan suami. Istri bekerja di luar di tambah mengurus pekerjaan rumah juga dengan paksaan dan tidak ada kerelaan.


Biasanya, korban dari kekerasan seksual ini mengalami ke 5 hal tersebut di atas. Jadi, jika ada orang terdekat kita mengalami salah satu atau ke 5 hal itu, harus kita bantu. Jika ada orang di sekitarku mengalami kekerasan, yang aku lakukan sebagai orang terdekatnya adalah mendukung dan mensuport orang tersebut agar kuat dan bisa bangkit. Melakukan proses hukum ke LBH terdekat. Selalu mendampinginya agar mental fisik dan psikis nya tidak terganggu oleh orang – orang yang tak bertanggung jawab. Selalu mendampinginya sampai ia sembuh dan bangkit kembali.


KORBAN VS PENYINTAS

Korban adalah orang yang belum bisa bangkit dari keterpurukan atau kekerasan yang telah di alaminya. Sedangkan penyintas adalah korban yang sudah bangkit dari keterpurukan yang di alami.


Seberapapun masalah yang di hadapi, kita harus tetap kuat untuk menjalaninya. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah : 286)

Posting Komentar

0 Komentar